Kolaborasi HIPMI dan BRI Region 5 Bandar Lampung Perkuat Ekosistem Bisnis Daerah dan Dorong Pengusaha Muda Naik Kelas

 

HIPMI Lampung bersama BRI Regional Office Bandar Lampung⁠ terus memperkuat sinergi dalam membangun ekosistem ekonomi daerah yang berkelanjutan dan berbasis potensi lokal. Hal tersebut mengemuka dalam audiensi yang digelar antara Ketua HIPMI, Gilang Ramdhan, dan Regional CEO BRI Regional Office Bandar Lampung, Andreas Chandra Santoso.

 

Pertemuan tersebut turut membahas dukungan BRI terhadap agenda “HIPMI Run” sekaligus membuka ruang kolaborasi strategis dalam pengembangan sektor ekonomi unggulan di Provinsi Lampung.

Dalam audiensi tersebut, kedua pihak menyoroti besarnya potensi komoditas unggulan Lampung, khususnya pada sektor sawit, kopi, dan singkong yang dinilai memiliki daya saing tinggi hingga pasar nasional maupun internasional. BRI sendiri saat ini telah memiliki Project Management Office (PMO) yang berfokus pada pengembangan ekosistem komoditas tersebut secara terintegrasi, mulai dari sektor hulu hingga hilir.

 

HIPMI Lampung menyambut baik langkah tersebut dan menyatakan kesiapan menjadi mitra strategis dalam memperkuat rantai ekosistem usaha daerah agar semakin besar, modern, dan berdaya saing.

 

Selain itu, para pengusaha lokal juga berharap agar pelaku usaha asal Lampung dapat memperoleh porsi yang lebih besar dalam pengelolaan potensi daerah, sehingga perputaran ekonomi dapat lebih banyak dirasakan oleh masyarakat dan pelaku usaha lokal.

 

Audiensi juga menekankan pentingnya edukasi manajemen keuangan dan regenerasi pengusaha muda. BRI menyatakan komitmennya untuk terus memberikan pendampingan serta edukasi finansial agar lahir generasi entrepreneur baru yang mampu meneruskan dan mengembangkan bisnis secara profesional dan berkelanjutan.

Kolaborasi program antara Pemerintah Provinsi Lampung melalui program “Desaku Maju” dan BRI melalui program “Desaku BRILiaN” juga menjadi salah satu pembahasan penting dalam pertemuan tersebut. Kedua program dinilai memiliki visi yang sejalan dalam memperkuat ekonomi desa dan membuka peluang usaha baru yang membutuhkan keterlibatan berbagai stakeholder.

 

BRI juga menyampaikan kesiapan untuk membantu dan memberikan edukasi kepada para pengusaha yang ingin mengembangkan usaha di bidang ekspor-impor, termasuk peningkatan kapasitas bisnis dan akses pembiayaan yang berkelanjutan.

 

Sementara itu, HIPMI Lampung menegaskan komitmennya untuk menjadi wadah inkubasi pengusaha muda baru dari berbagai sektor usaha. Ke depan, HIPMI bersama BPC HIPMI di berbagai daerah akan melakukan kurasi terhadap komoditas dan pelaku usaha potensial yang dapat dikembangkan secara lebih terstruktur.

Transformasi paradigma organisasi juga menjadi perhatian penting dalam kepengurusan HIPMI saat ini.

 

HIPMI Lampung berharap dapat mengubah stigma lama yang identik dengan “menunggu proyek pemerintah” menjadi organisasi yang aktif menciptakan entrepreneur muda baru, inovatif, dan adaptif di berbagai bidang usaha, tidak terbatas hanya pada sektor kontraktor.

 

Pertemuan lanjutan direncanakan akan digelar untuk membahas program-program potensial secara lebih teknis dan mendalam, sebagai langkah konkret mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah berbasis kolaborasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Releated

Mengolah Nira Menjadi Peluang Usaha, Budiono Kembangkan Industri Gula Aren Alami Bersama BRI Unit Kedaton

  BANDAR LAMPUNG – Berawal dari potensi alam yang tersedia di lingkungan sekitar, Budiono menekuni usaha industri gula aren alami yang menjadi sumber penghidupan sekaligus peluang ekonomi yang menjanjikan. Berlokasi di Jalan Sam Ratulangi, Gang Bungsu I Nomor 30, Bandar Lampung, Budiono mengembangkan usahanya melalui dukungan BRI dengan memanfaatkan bahan baku yang berasal dari kawasan […]

14 Tahun Menekuni Usaha Daging Sapi, Suryana Terus Bertumbuh Bersama BRI Unit Kedaton

  BANDAR LAMPUNG – Ketekunan, kerja keras, dan kemampuan menjaga kepercayaan pelanggan menjadi kunci penting dalam membangun usaha yang berkelanjutan. Hal inilah yang tercermin dari perjalanan Suryana, pelaku usaha mikro binaan BRI yang telah menekuni perdagangan daging sapi selama kurang lebih 14 tahun di Pasar Bambu Kuning dan wilayah Kemiling, Bandar Lampung.   Selama lebih […]