Harga Cabai-Bawang Kerap Naik, Kemendagri Dorong Warga Tanam Sendiri untuk Tekan Inflasi

Kalianda – Pemerintah pusat kembali menyoroti persoalan klasik inflasi daerah yang dipicu kenaikan harga cabai dan bawang merah.

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mendorong pemerintah daerah hingga masyarakat untuk mulai membangun kemandirian pangan, termasuk dengan menanam sendiri komoditas tersebut.

Hal itu disampaikan Sekretaris Jenderal Kemendagri RI, Tomsi Tohir, dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah yang digelar secara rutin setiap Senin, secara hybrid, 13 April 2026.

Rakor tersebut diikuti seluruh pemerintah daerah di Indonesia, termasuk Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dari Bagian Perekonomian Setdakab setempat.

Dalam arahannya, Tomsi menegaskan bahwa Indonesia sejatinya merupakan negara yang cukup tangguh dalam menghadapi tekanan global, termasuk dalam menjaga stabilitas harga bahan bakar minyak (BBM).

Ia mencontohkan, harga BBM di sejumlah negara seperti Singapura dapat mencapai sekitar Rp55 ribu per liter, sementara di Indonesia masih berada di kisaran Rp9.300 per liter.

Namun demikian, menurutnya, persoalan inflasi justru kerap bersumber dari komoditas sederhana yang seharusnya dapat diantisipasi sejak awal.

“Negara kita ini sangat tangguh. Namun urusan cabai dan bawang ini yang tidak pernah selesai,” ujar Tomsi.

Ia menilai, kenaikan harga cabai dan bawang merah merupakan persoalan berulang yang mestinya bisa diatasi melalui langkah sederhana, seperti memperluas budidaya di daerah.

Tomsi bahkan menekankan pentingnya peran masyarakat dalam mendukung stabilitas harga melalui kemandirian pangan.

“Kalau masyarakat gemar mengonsumsi cabai, kenapa tidak mulai menanam sendiri. Cabai itu tanam dan siram bisa tumbuh,” tegasnya.

Selain itu, pemerintah daerah juga diminta lebih peka dalam membaca kebutuhan masyarakat, sekaligus aktif menjaga keseimbangan pasokan dan permintaan komoditas pangan.

Sementara itu, Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) RI, Ateng Hartono, memaparkan bahwa inflasi nasional pada Maret 2026 tercatat sebesar 0,41 persen secara bulanan (month to month) dan 3,48 persen secara tahunan (year on year).

Menurut Ateng, kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang terbesar inflasi bulanan.

“Komoditas seperti ikan segar, daging ayam ras, beras, telur ayam ras, cabai rawit, daging sapi, dan minyak goreng menjadi pendorong utama inflasi,” jelasnya.

Selain itu, sektor transportasi juga turut memberikan andil, terutama dari komoditas bensin dan tarif angkutan antarkota.

Melalui rakor tersebut, pemerintah pusat menegaskan pentingnya sinergi antara pusat dan daerah dalam menjaga stabilitas harga, terutama melalui penguatan pasokan dan strategi pengendalian inflasi berbasis potensi lokal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Releated

Lampung Selatan Raih AIDS-TB-Malaria Award 2026, Komitmen Layanan Kesehatan Berkelanjutan Diapresiasi

Bandung – Komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan dalam memperkuat sistem kesehatan daerah mendapat pengakuan di tingkat nasional. Melalui upaya pencegahan dan pengendalian AIDS, Tuberkulosis (TBC), dan Malaria, Lampung Selatan meraih AIDS-TB-Malaria Award 2026. Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas komitmen dan kontribusi kepala daerah dalam mewujudkan sistem kesehatan yang tangguh dan berkelanjutan, khususnya […]

Lamsel Fest 2026 Usung Konsep Baru: Spektakel Enam Hari dari Pesta UMKM, Atraksi Drift hingga Parade Budaya dan Night Lava Run

Kalianda – Pesta UMKM, atraksi drift, parade budaya mancanegara, pemecahan rekor MURI melalui penyalaan 2.470 lentera, Night Lava Run, hingga konser musisi nasional akan menjadi bagian dari *Lamsel Fest 2026* yang berlangsung pada 10-15 November mendatang. Mengusung tema *Spirit of Krakatoa*, festival terbesar di Kabupaten Lampung Selatan ini menghadirkan enam hari rangkaian kegiatan yang memadukan […]