Tingkatan Keamanan dan Ketahanan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil, Pemerintah Gelar Fokus Grup Discussion

Bandar Lampung – Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Republik Indonesia FGD membahas peningkatan keamanan dan ketahanan di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil yang berlangsung di Ballroom Swiss-Belhotel Bandar lampung pada Kamis 1/8/2024.

Acara yang Dihadiri oleh dr.RA Adriani Kusumawardani dari Kementrian Koordinator Kemaritiman dan Investasi,PJ Gubernur Lampung Samsudin beserta para Peserta FGD, acara ini akan berlangsung selama dua hari Sejak tanggal 1 hingga 2 Agustus 2024.

 

 

Dalam sambutannya PJ Gubernur mengucapkan selamat datang kepada para narasumber dan peserta FGD yang terdiri dari berbagai pihak, termasuk perwakilan pemerintah, akademisi, praktisi, serta masyarakat yang peduli dengan isu-isu pesisir dan kepulauan.

 

Samsudin menyampaikan bahwa Provinsi Lampung, dengan garis pantai yang luas dan pulau-pulau kecil yang indah, memiliki peran strategis, Pulau-pulau seperti Krakatau dan Pahawang, menurutnya, bukan hanya menjadi tujuan wisata yang menarik, tetapi juga memiliki fungsi ekologis dan ekonomi yang vital.

 

Sebagai wilayah pesisir, Provinsi Lampung rentan terhadap berbagai ancaman keamanan seperti illegal fishing, piracy, dan maritime crimes yang harus diwaspadai. Samsudin menekankan bahwa aksi-aksi ini tidak hanya mengancam keselamatan kapal dan aktivitas pelayaran, tetapi juga menimbulkan kerugian ekonomi yang signifikan serta kerugian jiwa yang tidak ternilai.

 

Selain itu, Samsudin juga menuturkan bahwa perubahan iklim global memberikan dampak nyata di wilayah pesisir dengan kenaikan permukaan laut, perubahan pola cuaca, dan peningkatan frekuensi badai tropis yang mengancam ekosistem pesisir dan pulau-pulau kecil. Kondisi ini berpotensi menyebabkan erosi pantai, kerusakan habitat laut, serta dampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat yang menggantungkan hidup pada sumber daya pesisir.

 

Seperti Program-program pelatihan dan kampanye kesadaran harus dilaksanakan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mereka dalam menghadapi risiko bencana dan menjaga lingkungan pungkasnya.

 

Menurut dr.RA Andriani Sosialisasi Pendidikan FGD ini lebih kepada Finansial Literasi,iapun sangat Berharap kepada para Nelayan para orang tua agar Mau Bersama sama memahami dalam Pengelolaan Uank agar jangan digunakan untuk hal hal yg konsumtif dan tidak berguna, Lebih baik digunakan untuk membuka Mengembangkan usaha industri rumahan ataupun usaha mikro dengan Berkordinasi kepada yayasan yayasan BUMN yang telah ditunjuk , kordinasi juga melalui dinas terkait di masing masing wilayah salah satu contoh keluarga industri yang sudah eksis di lampung seperti keluarga Pak bahri yang menerima kerjasama Industri rumahan, semisal mau buat usaha kerupuk dari olahan ikan yang nantinya akan Turud serta mengembangkan baik dari pemasaran maupun kualitas rasa dari produk itu sendiri ucapnya.(

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Releated

Pemulung di Bandar Lampung Ditangkap usai Cabuli Bocah 6 Tahun di Kamar Mandi Masjid

Bandar Lampung – Seorang pria berinisial YI (41), warga Kecamatan Sukarame, Bandar Lampung, ditangkap polisi, lantaran diduga telah mencabuli seorang anak perempuan berusia 6 tahun di kamar mandi Masjid di wilayah Kecamatan Tanjung Senang. Pelaku yang sehari-hari bekerja sebagai pemulung itu diamankan Unit Reskrim Polsek Tanjung Senang usai aksinya diketahui orang tua korban dan warga […]

Lepaskan Tembakan Saat Beraksi, Satu Dari Dua Pelaku Curanmor Bersenpi di Bandar Lampung Ditangkap

Bandar Lampung – Satu dari dua pelaku pencurian sepeda motor bersenjata api yang sempat viral usai melepaskan tembakan saat beraksi di Kota Bandar Lampung akhirnya berhasil diringkus polisi. Pelaku berinisial AY (32), warga Sekampung Udik, Lampung Timur, ditangkap petugas pada Kamis (7/5/2026) dini hari di kediamannya. Polisi terpaksa melakukan tindakan tegas terukur karena pelaku mencoba […]