Hadirnya Listrik PLN Permudah Aktivitas Warga Desa Karang Brak Tanggamus

Hadirnya listrik telah memberikan kemudahan dalam melakukan segala aktivitas di berbagai sektor bagi masyarakat Desa (Pekon) Karang Brak Kecamatan Pematang Sawa Kabupaten Tanggamus. Lebih dari 200 kepala keluarga di Desa Karang Brak telah menikmati energi listrik dari PLN.

Mispaldi, S.Si., M.Pd. selaku Kepala Sekolah SMP Negeri 3 Pematang Sawa mengaku, kehadiran listrik sangat berdampak besar terhadap dunia pendidikan. Sebelum hadirnya listrik, Mispaldi menuturkan, jika Dia bersama rekan sejawatnya yang juga sebagai pengajar di Pekon tersebut sering kali mengalami kesulitan saat malam hari, terlebih saat melakukan koreksi hasil belajar siswa.

“Kini kami merasakan terang dengan hadirnya listrik dari PLN. Tentu saja ini berdampak besar luar biasa terhadap dunia pendidikan, kami bersama siswa dapat belajar lebih baik,” ujar Mispaldi.

Ditambahkannya, bahwa hadirnya listrik PLN telah membantu dan memperlancar dalam melakukan proses pembelajaran kepada siswa di SMP Negeri 3 Pematang Sawa tempat Dia dan rekan sejawatnya mengajar.

“Terima kasih kepada PLN, semoga PLN selalu sukses,” imbuhnya.

Hal yang sama diungkapkan Asep Gunawan, selaku perangkat desa Karang Brak. Asep sangat senang atas kehadiran listrik PLN yang telah menerangi desanya itu.

“Tadinya kami belum merasakan terangnya di rumah dan memasak dengan gelap-gelapan, namun sekarang sudah dapat merasakan terangnya listrik dengan lampu-lampu yang begitu terang,” ujarnya.

Ditambahkannya, dengan tersedianya listrik juga membantu dan mempermudah pelayanan desa kepada masyarakat.

“Dulu kami memakai mesin ketik, sekarang sudah bisa membeli komputer dan printer, jadi kami tidak perlu jauh-jauh untuk mencetak berkas-berkas yang kami butuhkan di desa,” kata Asep.

Menurut Asep, bukan hanya berdampak pada pelayanannya di desa, namun listrik juga membawa dampak positif bagi perekonomian dan kesejahteraan masyarakat Desa Karang Brak.

Begitu pun juga diungkapkan Sumartini. Selaku pedagang minuman dingin, Sumartini merasa sangat terbantu dengan tersedianya listrik, karena Dia tidak perlu pergi jauh untuk mencari es sebagai bahan baku dagangannya.

“Semenjak ada listrik PLN, saya harus membeli es di Kota Agung yang cukup jauh, sekarang saya bersyukur PLN sudah masuk dan saya bisa bikin es sendiri,” ungkap Sumartini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Releated

Dukung Swasembada Pangan, Polisi Gelar Penanaman Jagung Serentak Kuartal 1 2026 di Way Kanan

Dalam rangka mendukung program swasembada pangan nasional tahun 2026, Polres Way Kanan dan Polsek jajaran secara serentak melaksanakan kegiatan penanaman jagung serentak kuartal I tahun 2026. Sabtu (7/3/2026) sore.   Adapun jumlah lahan yang di launching untuk penanaman Jagung Serentak Kuartal I berjumlah 7 hektare, untuk lahan Polres Way Kanan berlangsung di Kampung Negeri Baru […]

Inisiasikan Desa Cahaya hingga Program Berkah Ramadan, YBM PLN UID Lampung Salurkan Zakat Rp 2,4 M Sepanjang Tahun 2025

Sepanjang tahun 2025, YBM PLN UID Lampung menyalurkan zakat sebesar Rp 2,4 miliar kepada 6.302 mustahik di berbagai wilayah Provinsi Lampung.   Dana zakat yang berasal dari kontribusi pegawai PLN ini disalurkan melalui berbagai program unggulan, seperti Desa Cahaya, Rumah Singgah Pasien, hingga Program Berkah Ramadan, serta melalui lima pilar utama yaitu pendidikan, kesehatan, pemberdayaan […]